Tuesday, July 5, 2022

BTS, From Zero to Hero

 

Dy-na-na-na, na-na, na-na-na, na-na-na, life is dynamite
Dy-na-na-na, na-na, na-na-na, na-na-na, life is dynamite
Shining through the city with a little funk and soul
So I'ma light it up like dynamite, whoa oh oh

 

Sebagian lyrics lagu Dynamite yang dibawakan oleh Boy Band asal Korea Selatan, BTS yang saya copas dari sebuah situs web.

 

Ya, siapa yang tidak kenal mereka.

Boy band yang beranggotakan 7 orang tersebut telah menorehkan tinta emas di beberapa ajang Penghargaan musik bergengsi baik di negaranya sendiri bahkan di Amerika

 

Saya yang telah berusia 50 thn ini pun dibuat terpesona oleh prestasi dan jujur saja ketampanan mereka. Wajah glowing, postur tubuh yg tinggi, suara bagus dengan ciri khas masing-masing membernya membuat nenek-nenek seperti saya ikutan bernyanyi dan bergoyang layaknya  member ARMY yang masih belia

 

Berbeda jauh ketika ditahun-tahun sebelumnya album mereka rilis, saya hanya bersikap acuh dan berfikir ah boy band asal Asia sampai seberapa lama sih mereka bertahan dan sampai sejauh mana sih pencapaiannya. Ditambah lagu-lagunya yang masih menggunakan Bahasa Korea, yang paham mungkin hanya penggemar dari negara mereka saja.

 

Karena saya membandingkan mereka dengan grup band besar dan tenar asal Amerika dan Inggris. Sebut saja Jon Bon Jovi, Queen, One Direction, Back Street Boys yang lebih kaya dan macho. Dengan lagu-lagu berbahasa Inggris yang universal dan tentunya  lebih mudah dipahami oleh lebih banyak fans dari berbagai  penjuru negeri.

 

Tetapi saya salah, Totally wrong !!

 

Prestasi dan pencapaian BTS jauh melampaui dari grup band yang saya sebut tadi. Mungkin yang bisa menandingi nya hanya ‘The Beatles’. Grup band asal Inggris yang muncul  ditahun 1960.

 

Walau diawal debutnya BTS harus berjuang keras bersaing dengan grup band lain yang lebih dahulu muncul, seperti Super Junior, EXO, Big Bang

Tak heran BTS muncul sebagai underdog di kancah K-POP dan tentu saja dianggap remeh,

Selain itu mereka berasal dari agensi kecil yang minim budget bahkan hanya untuk biaya produksi sebuah Music Video.

 

Belum lagi hubungan antar member yang sempat up and down. Mereka mengalami masa-masa yang amat sulit dalam beradaptasi satu sama lain.

Perbedaan usia , karakter dan kesenjangan ekonomi yang dalam membuat mereka putus asa.

Beberapa member diketahui mengeluh dan ingin menyerah saja. Bahkan ada yang sempat melarikan diri dari asrama kecil mereka yang terletak di Seoul.

 

Cibiran, hinaan bahkan tuduhan plagiat kerap ditujukan kepada grup boy band yang di motori oleh sang Rapper ‘RM’ Dibayang-bayangi oleh nama besar besar Big Bag membuat mereka semakin depresi.

Tetapi dukungan moril dari CEO Big Hit Agensi dan gemblengan serta latihan keras dari para trainer membuat mereka tetap menggeliat, bergerak dan terus bertumbuh.

Dukungan moril dari fans yang berjuluk ÁRMY” juga tak kalah kuat, membuat para member tetap tegar ditengah badai cercaan dan perlakuan tak adil dari berbagai pihak

 

Perubahan genre music dari hip-hop menjadi pop yang lebih easy listening , penampilan panggung serta keikutsertaan di berbagai variety show membuat mereka lebih dikenal. Terlebih lagi adanya pesan positif dan ajakan kepada anak-muda untuk mencintai diri sendiri dari tiap lagu – yang walau masih mengunakan Bahasa korea- mampu mendobrak batas negara, bahasa, budaya, ras bahkan  menjadi yang terdepan dalam menghubungkan K-Pop dengan dunia Barat.

Terbukti dari tiket  konser-konser di luar negeri yang langsung sold out hanya dalam hitungan jam saja. Penjualan album digital, streaming , bahkan Music Video yang diunggah di kanal Youtube yang langsung mencapai jutaan viewer dalam kurang dari 24 jam saja sejak rilis.

 

Beberapa artis papan atas asal Amerika dan Inggris telah merasakan dampak positif berkolaborasi dengan BTS, dengan manjadi teratas di tangga lagu Billboard 100 selama beberapa pekan setelah lagu mereka rilis di pasaran.

 

Dalam bidang mode, secara tak langsung BTS memberi keuntungan bagi penjualan beberapa brand fashion dari pakaian yang mereka kenakan sehari-hari. Salah satunya adalah FILA, brand asal Italy yang memproduksi pakaian olah raga itu sampai  kehabisan stock di beberapa store di berbagai negara setelah beberapa jam sebelumnya rilis berita bahwa salah satu vocalist BTS, Jimin mengenakan hoddie dari brand tersebut

Belum lagi mereka menjadi Global Brand Ambassador untuk sebuah brand fashion mewah dari sebuah Rumah Mode di Paris, Louis Vuitton.

 

 

Bukti bahwa mereka berhasil membawa K-Pop ke kancah Internasional, menjadikan mereka bintang, kaya raya, menjadi sorotan media kemana dan apapun yang mereka lakukan.

Menjadi pahlawan devisa bagi negaranya juga tidak lantas menjadikan mereka sombong dan berbangga diri. Mereka tetaplah anak-anak muda yang sopan, dan tetap menjejak kaki di tanah.

 

Tak heran seorang Joe Biden dibuat kagum, dan mengundang mereka mengunjungi White House untuk berdiskusi tentang inklusi, representasi, dan keragaman Asia, serta menangani kejahatan kebencian dan diskriminasi anti-Asia.

Menurut presiden Amerika yang ke 46 ini , orang-orang sangat peduli dengan apa yang dikatakan BTS, dan memuji mereka karena  telah melakukan hal-hal baik yang menjadi panutan banyak orang.

 

Tidak salah jika PBB, melalui anak organisasinya UNICEF mengajak BTS dalam kampanye bertajuk 'Love Myself' yang bertujuan untuk mengajak anak-muda untuk mencintai diri sendiri dan membuka potensi yang tak terbatas dari kaum muda.

I want to hear your voice... No matter who you are, where you’re from, your skin colour, gender identity: speak yourself.” Begitu kata Kim Nam Joon, sang leader dalam pidato di depan Majelis Umum PBB pada September 2018

Mereka adalah BTS, Bangtan Sonyeondan, Bulletproof Boy Scouts yang awalnya bukan siapa-siapa menjadi pahlawan bagi negaranya dan banyak anak muda diseluruh dunia.

 

Mereka mungkin tak akan lupa perih nya perjuangan mereka dahulu ,tetapi  selama ARMY ada untuk mendukung, mereka akan terus berjuang.

 

Seperti kata anggota termuda mereka, Jung Kook “Kamu boleh berteriak, dan menangis, tetapi tidak untuk menyerah.

 


 

Friday, July 1, 2022

kelas menulis

 

Alasan saya mengikuti kelas penulisan online ini adalah ingin mengcapture apa ýang saya lihat dan saya rasakan sehari-hari kedalam tulisan yang mengalir dan enak dibaca.

Kesulitan saya ketika menulis kadang paragraph yang saya tulis melompat terlalu jauh atau bahkan terlalu detail sehingga membosankan untuk dibaca

Dan ada hal-hal kecil yang luput dari perhatian saya yaitu kepekaan dalam memaknai sebuah moment. Ini juga yang ingin saya asah dari kelas menulis.

Ya.. saya ingin memulainya dari hal-hal sederhana dulu yang saya alami di komunitas kantor, dalam perjalanan dari dan ke kantor, lingkungan rumah

Sungguh saya hanya ingin mengabadikan keseharian saya dalam tulisan pendek menjadi sebuah catatan pinggir.

Pikiran dan opini saya pada sebuah moment kadang semrawut..bersliweran membuat Lelah hayati..

Saya mengibaratkan tulisan-tulisan saya nantinya sebagai ‘Pensive” yang merupakan sebuah wadah ajaib yang dapat menampung kumpulan-kumpulan kenangan dan ingatan. milik Profesor Albus Dumbledore. (Kisah Harry Potter)

Dengan belajar menulis ini berharap saya bisa menata tulisan menjadi sebuah bacaan yang bisa saya amati dan telaah kembali dan kemudian menjadi pelajaran.

Tentu saja tidak menutup kemungkinan jika suatu hari tulisan saya bisa jauh lebih baik dan  berkembang menjadi sebuah kisah yang layak dipublikasikan dan di nikmati khalayak luas.

 

 


 

Thursday, June 30, 2022

Dalam sebuah Angkot

 


 

 Rutinitas pagi ku kali ini agak berbeda dgn biasanya.

Biasanya ketika ke kantor selalu pesan ojek online, karena harga yang semakin mahal maka kuputuskan untuk naik angkot.

Sebenarnya ini bukan kali pertama aku naik transportasi umum murah meriah ini. Rutinitas naik angkot ke kantor aku hentikan setelah kecopetan di dalam angkot.

Alamak..!  HP yang baru lunas cicilannya itu telah berpindah tangan ke para komplotan copet tak berperasaan itu di angkot.

Kalo dingat-ingat bikin sesak dadaku.

 

Balik lagi ke cerita awal ya apa membuat pagiku kali ini lebih special.

Aku duduk dalam angkot dengan pemandangan di depan yg buatku pribadi sangat menakjubkan.

Betapa tidak, di hadapanku duduk seorang laki-laki separuh baya, berambut ikal dengan ubam yang mencuat sana sini, , menggenakan kemeja batik putih lengan panjang dengan celana cream, bersandal jepit sedang mambaca buku yang halaman-halamannya berwarna putih kekuningan dengan aksara timbul.

Dengan mata terpejam, tongkat tergeletak disampingnya .Terlihat mulutnya komat kamit, entah apa yang disedang dibacanya.

Tak berani juga aku bertanya.

 

Buku yang dibaca dengan mengandalkan indra peraba itu sudah terkoyak. Beberapa terlihat terlepas. Dan benar saja, 1 halaman terlepas dan terbang dekat kakiku. Sigap aku memungutnya dan memberikannya ke bapak tadi sambil mengatakan bahwa halaman bukunya lepas dan terjatuh.

Dan aku masih penasaran apa yang dibacanya.

Feelingku sih bapak sedang membaca Al qurán huruf braille.

 

Dan aku tetap menunggu..

Sementara penumpang pagi ini masih sepi.. hanya kami ber dua di dalam angkot jurusan Lebak Bulus itu.

 

Tak lama bapak menutup bukunya.

Dan..

DEG !! Terlihat tulisan di cover bukunya

Al Qurán Nul Karim. Juz 1

Yang membuatku hampir menangis adalah kondisi buku nya yang sudah lusuh dan banyak benang warna-warni saling silang untuk menyatukan halaman buku nya agar tidak terlepas.

Bapak tadi kemudian memasukan Al Qurán dengan huruf Braille tadi ke dalam tas selempang yang tak kalah lusuh nya. Tak sampai disitu, mulutnya tetap komat kamit.. hanya berhenti ketika supir angkot menanyakan halte tempat tujuan akhir.

Ah..bapak tadi tetap berdzikir, selalu mengingat ALLAH dalam setiap keadaan.

Bapak ini yang nama nya pun aku tak tau..dengan segala keterbatasan nya tetap semangat selalu membaca Al Qurán. Melantunkan firman NYA.

Sungguh pemandangan yang menampar, yang membuatku bercermin, bermuhasabah akan keseharianku selama ini.

ALLAH memang memberikanku mata yang walau tidak sempurna, tetapi masih bisa melihat.

Tetapi lebih banyak kugunakan untuk bersosmed, scroling berjam-jam tanpa jeda.

Ya Allah.. Yaa Robb.. Terima kasih untuk pelajaran hidup yang Engkau perlihatkan pagi ini.

Sungguh hambaMU yang tidak tau diri ini memohon ampunan MU.