Rutinitas pagi ku kali ini agak berbeda dgn biasanya.
Biasanya ketika ke kantor selalu pesan ojek online, karena harga yang semakin mahal maka kuputuskan untuk naik angkot.
Sebenarnya ini bukan kali pertama aku naik transportasi umum murah meriah ini. Rutinitas naik angkot ke kantor aku hentikan setelah kecopetan di dalam angkot.
Alamak..! HP yang baru lunas cicilannya itu telah berpindah tangan ke para komplotan copet tak berperasaan itu di angkot.
Kalo dingat-ingat bikin sesak dadaku.
Balik lagi ke cerita awal ya apa membuat pagiku kali ini lebih special.
Aku duduk dalam angkot dengan pemandangan di depan yg buatku pribadi sangat menakjubkan.
Betapa tidak, di hadapanku duduk seorang laki-laki separuh baya, berambut ikal dengan ubam yang mencuat sana sini, , menggenakan kemeja batik putih lengan panjang dengan celana cream, bersandal jepit sedang mambaca buku yang halaman-halamannya berwarna putih kekuningan dengan aksara timbul.
Dengan mata terpejam, tongkat tergeletak disampingnya .Terlihat mulutnya komat kamit, entah apa yang disedang dibacanya.
Tak berani juga aku bertanya.
Buku yang dibaca dengan mengandalkan indra peraba itu sudah terkoyak. Beberapa terlihat terlepas. Dan benar saja, 1 halaman terlepas dan terbang dekat kakiku. Sigap aku memungutnya dan memberikannya ke bapak tadi sambil mengatakan bahwa halaman bukunya lepas dan terjatuh.
Dan aku masih penasaran apa yang dibacanya.
Feelingku sih bapak sedang membaca Al qurán huruf braille.
Dan aku tetap menunggu..
Sementara penumpang pagi ini masih sepi.. hanya kami ber dua di dalam angkot jurusan Lebak Bulus itu.
Tak lama bapak menutup bukunya.
Dan..
DEG !! Terlihat tulisan di cover bukunya
Al Qurán Nul Karim. Juz 1
Yang membuatku hampir menangis adalah kondisi buku nya yang sudah lusuh dan banyak benang warna-warni saling silang untuk menyatukan halaman buku nya agar tidak terlepas.
Bapak tadi kemudian memasukan Al Qurán dengan huruf Braille tadi ke dalam tas selempang yang tak kalah lusuh nya. Tak sampai disitu, mulutnya tetap komat kamit.. hanya berhenti ketika supir angkot menanyakan halte tempat tujuan akhir.
Ah..bapak tadi tetap berdzikir, selalu mengingat ALLAH dalam setiap keadaan.
Bapak ini yang nama nya pun aku tak tau..dengan segala keterbatasan nya tetap semangat selalu membaca Al Qurán. Melantunkan firman NYA.
Sungguh pemandangan yang menampar, yang membuatku bercermin, bermuhasabah akan keseharianku selama ini.
ALLAH memang memberikanku mata yang walau tidak sempurna, tetapi masih bisa melihat.
Tetapi lebih banyak kugunakan untuk bersosmed, scroling berjam-jam tanpa jeda.
Ya Allah.. Yaa Robb.. Terima kasih untuk pelajaran hidup yang Engkau perlihatkan pagi ini.
Sungguh hambaMU yang tidak tau diri ini memohon ampunan MU.

No comments:
Post a Comment